Systematic literature review adalah metode penelitian untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasikan seluruh hasil riset yang tersedia terkait topik tertentu secara sistematis dan transparan. Metode ini menggunakan protokol ketat guna meminimalisir bias serta memastikan replikasi penelitian dapat dilakukan oleh akademisi lain.
Apa itu Systematic Literature Review dalam Skripsi?
Systematic literature review adalah pendekatan ilmiah untuk merangkum literatur yang ada dengan mengikuti tahapan eksplisit dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Pendekatan ini sangat cocok bagi mahasiswa tingkat akhir yang ingin meneliti tren, celah riset, atau komparasi teori tanpa harus melakukan eksperimen lapangan secara langsung.
Bagaimana Langkah-Langkah Membuat Systematic Literature Review?
Langkah-langkah membuat systematic literature review mencakup perumusan pertanyaan riset, penentuan kriteria inklusi eksklusi, pencarian database, seleksi artikel, ekstraksi data, hingga analisis sintesis temuan akhir. Setiap tahapan wajib didokumentasikan dalam laporan penelitian agar pembaca memahami proses penelusuran pustaka tersebut secara utuh.
Agar proses pengerjaan skripsi menggunakan metode SLR ini menjadi lebih terstruktur, berikut adalah tahapan utama yang harus Anda laksanakan secara berurutan:
| Tahapan SLR | Aktivitas Utama | Output yang Dihasilkan |
|---|---|---|
| 1. Perencanaan | Menyusun protokol dan pertanyaan riset (Research Questions). | Dokumen protokol penelitian. |
| 2. Pencarian | Mencari jurnal di database seperti Scopus, Google Scholar, Sinta. | Daftar mentah artikel jurnal. |
| 3. Seleksi | Menyaring artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. | Daftar final artikel terpilih. |
| 4. Ekstraksi | Mengambil data penting dari artikel yang lolos seleksi. | Tabel ekstraksi data penelitian. |
| 5. Sintesis | Menganalisis dan merangkum temuan menjadi narasi ilmiah. | Bab pembahasan skripsi. |
Bagaimana Menentukan Kriteria Inklusi dan Eksklusi?
Kriteria inklusi adalah batasan karakteristik sampel literatur yang akan digunakan, sedangkan kriteria eksklusi adalah syarat penolakan artikel yang tidak sesuai dengan fokus penelitian Anda. Menentukan kriteria ini secara spesifik akan mempersempit cakupan literatur agar relevan dengan rumusan masalah skripsi Anda.
Dalam praktiknya, mahasiswa sering kebingungan menentukan batasan tahun publikasi, jenis artikel, bahasa, serta aksesibilitas jurnal. Sebagai contoh, Anda dapat menetapkan kriteria inklusi berupa artikel jurnal internasional bereputasi terbitan lima tahun terakhir yang membahas topik teknologi pendidikan dalam bahasa Inggris, sementara artikel seminar atau buku teks dimasukkan ke dalam kriteria eksklusi agar ruang lingkup kajian tetap fokus.
Database Apa Saja yang Digunakan untuk Pencarian Literatur?
Database pencarian literatur adalah platform digital penyedia kumpulan jurnal ilmiah peer-reviewed yang diakui secara akademis untuk keperluan validasi data penelitian. Pemilihan database yang kredibel menentukan kualitas temuan dari systematic literature review yang sedang Anda susun.
Beberapa database utama yang sering diakses oleh mahasiswa Indonesia meliputi Google Scholar untuk cakupan lokal dan internasional yang luas, ScienceDirect untuk bidang sains dan teknik, Emerald Insight untuk ilmu sosial dan bisnis, serta Scopus sebagai indeks global standar tinggi. Gunakan kata kunci pencarian atau string pencarian menggunakan operator boolean seperti AND, OR, dan NOT untuk hasil yang lebih presisi.
Bagaimana Cara Menulis Laporan Hasil Analisis SLR?
Cara menulis laporan hasil analisis systematic literature review adalah dengan menyajikan temuan secara tematik, menjawab setiap pertanyaan riset yang telah dirumuskan di awal, serta mendiskusikan implikasi teoritis maupun praktis dari literatur yang dikaji. Hindari sekadar merangkum artikel satu persatu tanpa ada benang merah yang menghubungkan antar-penelitian tersebut.
Anda bisa memulai bab pembahasan dengan memetakan sebaran tahun publikasi dan metode yang sering digunakan peneliti sebelumnya. Setelah itu, kelompokkan temuan berdasarkan tema utama untuk menunjukkan novelty atau kebaruan dari topik yang Anda angkat dalam skripsi.
Pertanyaan Umum
Apa bedanya literature review biasa dengan systematic literature review?
Literature review biasa dilakukan secara naratif tanpa protokol baku dan rentan terhadap subjektivitas peneliti, sedangkan systematic literature review menggunakan metode eksplisit, transparan, dan terstruktur untuk meminimalisir bias dalam pemilihan jurnal.
Berapa jumlah minimal jurnal untuk systematic literature review?
Tidak ada angka baku minimal jurnal untuk systematic literature review, namun umumnya penelitian skripsi yang baik menyeleksi antara 20 hingga 50 artikel relevan yang telah melalui proses penyaringan ketat dari ratusan temuan awal.
Apakah systematic literature review boleh menggunakan Google Scholar saja?
Systematic literature review diperbolehkan menggunakan Google Scholar, tetapi untuk standar skripsi yang lebih kuat disarankan memadukannya dengan database internasional berindeks seperti Scopus atau Sinta agar validitas sumber semakin terpercaya.
Penyusunan systematic literature review memang menuntut ketelitian tinggi dalam setiap tahapannya, mulai dari merumuskan pertanyaan riset hingga melakukan sintesis data akhir. Jika Anda mengalami kendala dalam menentukan kriteria inklusi atau menyusun narasi analisis data skripsi, Anda dapat memanfaatkan layanan jasa konsultasi metodologi penelitian untuk membantu mengarahkan langkah riset Anda secara profesional.