Cara Membuat Laporan Keuangan Sesuai SAK EMKM untuk Skripsi

Laporan keuangan sesuai SAK EMKM adalah dokumen ringkas pertanggungjawaban posisi keuangan dan kinerja entitas mikro, kecil, dan menengah yang disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah agar informasi yang disajikan relevan, transparan, dan mudah dipahami oleh pihak internal maupun eksternal.

Apa Saja Komponen Utama dalam SAK EMKM?

Komponen utama dalam standar ini terdiri dari tiga jenis laporan pokok yang wajib disusun oleh setiap entitas usaha kecil dan menengah.

Menyusun laporan keuangan bagi mahasiswa tingkat akhir yang mengambil konsentrasi akuntansi atau kewirausahaan seringkali menjadi tantangan tersendiri. Terutama ketika harus mengaplikasikan teori ke dalam praktik nyata UMKM di lapangan. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah atau yang biasa disingkat SAK EMKM diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia sebagai pedoman yang lebih sederhana dibandingkan SAK Umum. Standar ini dirancang khusus agar usaha skala kecil tetap dapat menyajikan laporan yang akuntabel tanpa harus kewalahan oleh aturan akuntansi tingkat lanjut.

Dalam praktiknya, terdapat tiga komponen utama laporan keuangan yang diatur dalam standar akuntansi ini:

  • Laporan Posisi Keuangan (Neraca): Menyajikan informasi tentang aset, liabilitas, dan ekuitas entitas pada akhir periode pelaporan.
  • Laporan Laba Rugi: Menyajikan informasi mengenai kinerja keuangan entitas yang mencakup seluruh pendapatan dan beban selama satu periode.
  • Catatan atas Laporan Keuangan: Berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting serta penjelasan tambahan dan rincian pos-pos tertentu yang disajikan dalam laporan utama.

Bagaimana Cara Menyusun Laporan Posisi Keuangan?

Laporan posisi keuangan disusun dengan mencatat total aset lancar dan aset tidak lancar di satu sisi, serta membandingkannya dengan jumlah liabilitas dan ekuitas.

Langkah pertama dalam menyusun laporan keuangan sesuai SAK EMKM adalah membuat posisi keuangan atau neraca. Aset adalah sumber daya yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu. Aset umumnya dibagi menjadi aset lancar seperti kas, piutang usaha, dan persediaan, serta aset tetap seperti peralatan dan kendaraan usaha.

Di sisi lain, liabilitas adalah kewajiban masa kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar sumber daya. Contoh liabilitas meliputi utang usaha dan utang bank jangka pendek. Adapun ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi semua liabilitasnya. Modal disetor dan laba ditahan merupakan unsur utama dalam ekuitas usaha kecil.

Bagaimana Cara Menyusun Laporan Laba Rugi UMKM?

Laporan laba rugi disusun dengan cara mengurangkan seluruh beban operasional dan non-operasional dari total pendapatan bersih yang diperoleh selama periode berjalan.

Setelah posisi keuangan tercatat dengan baik, tahap berikutnya adalah menyusun laporan laba rugi. Pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama periode tersebut. Beban meliputi penurunan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya kenaikan liabilitas.

Format laporan laba rugi dalam standar ini sangat sederhana. Anda cukup mengelompokkan pendapatan, dikurangi beban pokok penjualan untuk mendapatkan laba kotor, lalu dikurangi beban usaha seperti beban sewa, gaji karyawan, listrik, air, dan transportasi guna menghasilkan laba bersih usaha.

Apa Saja Isi Catatan atas Laporan Keuangan?

Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan tentang dasar penyusunan laporan dan kebijakan akuntansi yang dipilih serta diterapkan oleh entitas usaha.

Banyak mahasiswa mengabaikan bagian ini dalam penelitian skripsi mereka. Padahal, catatan atas laporan keuangan adalah bagian yang krusial. Bagian ini memberikan rincian angka-angka yang tertera di neraca dan laporan laba rugi. Isi bagian ini meliputi pernyataan bahwa laporan telah disusun sesuai SAK EMKM, ikhtisar kebijakan akuntansi seperti metode penyusutan aset tetap, serta rincian tambahan atas akun-akun tertentu seperti daftar piutang dan rincian utang usaha.

Contoh Ringkas Struktur Laporan Keuangan

Tabel berikut mengilustrasikan contoh struktur sederhana dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi untuk sebuah usaha mikro berdasarkan standar yang berlaku.

Komponen Laporan Keterangan Akun Jumlah (Rupiah)
Laporan Posisi Keuangan Kas dan Setara Kas 15.000.000
Laporan Posisi Keuangan Persediaan Barang Dagang 10.000.000
Laporan Posisi Keuangan Total Aset Lancar 25.000.000
Laporan Posisi Keuangan Utang Usaha 5.000.000
Laporan Posisi Keuangan Modal Usaha (Ekuitas) 20.000.000
Laporan Laba Rugi Total Pendapatan Usaha 50.000.000
Laporan Laba Rugi Beban Pokok Penjualan 30.000.000
Laporan Laba Rugi Beban Operasional 12.000.000
Laporan Laba Rugi Laba Bersih Tahun Berjalan 8.000.000

Bagaimana Langkah Praktis Menerapkan Standar Ini pada Usaha Kecil?

Penerapan standar akuntansi ini dimulai dengan mencatat setiap transaksi harian ke dalam jurnal umum secara kronologis sebelum dipindahkan ke buku besar.

Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi berbasis studi kasus pada UMKM, Anda harus membimbing pemilik usaha untuk memulai disiplin pencatatan harian. Tanpa bukti transaksi berupa kuitansi, nota, atau faktur, penyusunan laporan keuangan yang akurat akan sangat sulit dilakukan. Mulailah dengan membuat buku kas masuk dan kas keluar harian, lalu kelompokkan ke dalam jurnal transaksi yang relevan setiap akhir pekan atau akhir bulan.

Setelah jurnal tersusun, lakukan posting ke buku besar untuk melihat saldo akhir masing-masing akun. Saldo akhir inilah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam draf laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi sesuai format yang disyaratkan. Jika Anda merasa kesulitan dalam proses pengolahan data akuntansi ini, gunakan layanan konsultasi profesional seperti jasa laporan keuangan UMKM yang dapat membantu merapikan pembukuan skripsi Anda dengan tepat dan cepat.

Pertanyaan Umum

Apa bedanya SAK EMKM dengan SAK ETAP?

SAK EMKM ditujukan khusus untuk entitas tanpa akuntabilitas publik yang berukuran mikro, kecil, dan menengah dengan pengaturan yang jauh lebih sederhana dibandingkan SAK ETAP yang cakupannya lebih luas.

Apakah usaha perorangan wajib membuat laporan keuangan?

Meskipun bentuk badan usahanya perorangan, pembuatan laporan keuangan sangat dianjurkan untuk memantau kesehatan usaha serta memenuhi syarat pengajuan pembiayaan perbankan.

Software apa yang biasa digunakan untuk menyusun laporan keuangan?

Penyusunan laporan dapat dilakukan menggunakan aplikasispreadsheet sederhana seperti Microsoft Excel atau software akuntansi khusus UMKM yang tersedia secara online.

Butuh bantuan langsung untuk kasus Anda? Lihat jasa laporan keuangan UMKM →