Cara Menulis Tujuan Penelitian Skripsi yang Benar & Mudah

Cara menulis tujuan penelitian skripsi yang benar adalah dengan merumuskan kalimat pernyataan operasional yang spesifik, dapat diukur, dan selaras langsung dengan rumusan masalah yang telah dibuat pada bab pendahuluan sebelumnya.

Bagaimana Cara Menulis Tujuan Penelitian yang Baik dan Benar?

Cara menulis tujuan penelitian yang baik dan benar adalah dengan menggunakan kata kerja operasional yang jelas, terukur, serta menjawab secara langsung setiap pertanyaan atau rumusan masalah yang sudah ditetapkan di awal penelitian.

Bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir, menyusun bab pendahuluan sering kali menjadi tantangan tersendiri. Salah satu bagian yang paling sering membingungkan adalah merumuskan maksud dan arah dari kegiatan ilmiah yang akan dilakukan. Padahal, bagian ini sangat krusial karena menjadi kompas bagi seluruh rangkaian kegiatan analisis data nantinya.

Agar tidak keliru, mari kita bedah satu per satu tahapan praktisnya mulai dari mengenali karakteristik dasarnya hingga melihat contoh konkrit yang bisa langsung Anda terapkan pada naskah skripsi Anda.

Apa Saja Jenis Tujuan Penelitian dalam Skripsi?

Jenis tujuan penelitian dalam skripsi umumnya terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu tujuan umum yang mencakup luasan cakupan topik secara makro, dan tujuan khusus yang merinci target operasional secara mikro.

Sebelum menulis, Anda harus memahami dulu sifat dari karya ilmiah Anda. Apakah bersifat deskriptif, korelasional, atau kausal komparatif. Setiap jenis penelitian tentu membutuhkan format kalimat yang berbeda.

  • Tujuan Umum: Menyajikan gambaran besar mengenai apa yang ingin dicapai secara keseluruhan di akhir studi.
  • Tujuan Khusus: Menjabarkan langkah-langkah spesifik atau variabel-variabel yang diuji untuk mencapai tujuan umum tersebut.

Pemahaman mengenai jenis ini akan membantu Anda menghindari pembuatan kalimat yang terlalu luas atau justru terlalu sempit, sehingga batasan penelitian Anda tetap terjaga dengan baik di bawah bimbingan dosen.

Langkah-Langkah Praktis Menyusun Tujuan Penelitian

Langkah-langkah praktis menyusun tujuan penelitian meliputi peninjauan kembali rumusan masalah, pemilihan kata kerja operasional yang tepat, serta penyesuaian dengan metode analisis yang digunakan.

Agar proses penulisan menjadi lebih sistematis dan terstruktur dengan baik, Anda bisa mengikuti tahapan standar akademis berikut ini:

  1. Buka Kembali Rumusan Masalah: Pastikan setiap kalimat tanya di rumusan masalah memiliki pasangannya pada bagian ini. Jika rumusan masalah ada tiga, maka minimal tujuan penelitian juga ada tiga dengan urutan yang sama persis.
  2. Gunakan Kata Kerja Operasional (KKO): Awali kalimat dengan kata yang dapat diukur, seperti ‘menganalisis’, ‘mengetahui’, ‘mendeskripsikan’, atau ‘menguji’, hindari kata yang abstrak seperti ‘memahami’ atau ‘mengetahui secara mendalam’ karena sulit diukur secara statistik.
  3. Fokus pada Variabel Penelitian: Sebutkan secara eksplisit variabel independen dan dependen yang terlibat dalam studi Anda agar pembaca langsung tahu fokus kajiannya.
  4. Periksa Keterukuran (Measurable): Tanyakan pada diri sendiri, apakah kalimat ini bisa dijawab dan dibuktikan lewat pengolahan data nantinya? Jika jawabannya ya, berarti rumusan Anda sudah benar.

Dengan mengikuti keempat langkah di atas, bab pendahuluan Anda akan terlihat jauh lebih profesional dan akademis.

Tabel Perbandingan Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian

Tabel perbandingan rumusan masalah dan tujuan penelitian di bawah ini menunjukkan pola keselarasan kalimat tanya dengan kalimat pernyataan operasional yang wajib ada dalam sebuah naskah skripsi.

Jenis Penelitian Rumusan Masalah (Pertanyaan) Tujuan Penelitian (Pernyataan)
Kuantitatif Kausal Bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan? Menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.
Kualitatif Deskriptif Bagaimana strategi komunikasi pemasaran UMKM kuliner? Mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran UMKM kuliner.
Kuantitatif Komparatif Apakah ada perbedaan prestasi belajar sebelum dan sesudah metode baru? Menguji perbedaan prestasi belajar sebelum dan sesudah metode baru.

Perhatikan bagaimana bentuk kalimat berubah dari kata tanya menjadi kata kerja operasional tanpa mengubah substansi variabel yang diteliti. Konsistensi semacam ini sangat disukai oleh para dosen penguji.

Contoh Penulisan Tujuan Penelitian Berbagai Jurusan

Contoh penulisan tujuan penelitian berbagai jurusan dapat disesuaikan dengan rumpun ilmu masing-masing, baik itu rumpun sosial humaniora maupun sains dan teknologi.

Sebagai referensi tambahan, berikut adalah contoh riil yang sering digunakan oleh mahasiswa tingkat akhir di berbagai perguruan tinggi di Indonesia:

Contoh Jurusan Manajemen Pemasaran:
“Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan harga terhadap kepuasan pelanggan pada pengguna e-commerce X di Jakarta.”

Contoh Jurusan Ilmu Komunikasi:
“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dalam mencegah kecanduan gawai.”

Contoh Jurusan Teknik Informatika:
“Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat akurasi algoritma Naive Bayes dalam klasifikasi sentimen ulasan produk pada aplikasi seluler.”

Melalui contoh-contoh di atas, terlihat jelas bahwa struktur kalimat selalu konsisten memuat variabel, subjek, serta sasaran akhir dari kegiatan riset yang dilakukan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Menulis

Kesalahan umum yang harus dihindari saat menulis tujuan penelitian meliputi penggunaan kata kerja yang tidak terukur, tidak sinkron dengan rumusan masalah, serta mencampurkan niat pribadi peneliti ke dalam kalimat akademik.

Banyak mahasiswa yang terjebak menulis kalimat yang terlalu panjang dan bertele-tele. Ingatlah bahwa prinsip penulisan ilmiah adalah singkat, padat, dan jelas. Hindari juga penggunaan frasa ‘untuk mengetahui segala hal tentang…’ karena ruang lingkup penelitian harus dibatasi secara tegas agar tidak melebar ke mana-mana.

Pastikan juga Anda tidak memasukkan unsur manfaat penelitian ke dalam bagian ini, karena bab manfaat memiliki sub-bagian tersendiri yang membahas kontribusi praktis maupun teoritis dari hasil studi yang telah selesai dikerjakan.

Apabila Anda masih merasa kesulitan dalam merumuskan kalimat yang pas atau mengalami kendala dalam proses analisis datanya nanti, Anda bisa memanfaatkan layanan jasa konsultasi skripsi profesional untuk mendampingi proses pengerjaan tugas akhir Anda hingga tuntas dan lulus sidang sarjana.

Pertanyaan Umum

Apa bedanya rumusan masalah dan tujuan penelitian?

Rumusan masalah ditulis dalam bentuk kalimat tanya yang mempertanyakan fenomena tertentu, sedangkan tujuan penelitian ditulis dalam bentuk kalimat pernyataan operasional yang menjawab apa yang ingin dicapai untuk menyelesaikan pertanyaan tersebut.

Berapa jumlah tujuan penelitian yang ideal dalam skripsi?

Jumlah tujuan penelitian yang ideal biasanya berkisar antara dua hingga empat poin saja, yang disesuaikan secara mutlak dengan jumlah poin rumusan masalah yang telah ditetapkan di awal bab pendahuluan.

Kata kerja apa saja yang boleh digunakan dalam tujuan penelitian?

Gunakan kata kerja operasional yang dapat diukur secara empiris seperti menganalisis, menguji, mendeskripsikan, mengevaluasi, atau mengidentifikasi, serta hindari kata yang abstrak seperti mengetahui atau memahami.

Butuh bantuan langsung untuk kasus Anda? Lihat jasa konsultasi skripsi →