Format daftar pustaka Harvard adalah sistem pengutipan sumber karya ilmiah yang menggunakan nama penulis dan tahun penerbitan di dalam teks, serta menyusun rujukan secara alfabetis di akhir tulisan. Penulisan sistem Harvard untuk buku, jurnal, dan internet memiliki aturan spesifik terkait tanda baca, penggunaan huruf miring, serta urutan elemen identitas sumber.
Bagaimana Aturan Dasar Penulisan Nama Penulis dalam Harvard Style?
Aturan dasar penulisan nama dalam format Harvard adalah mendahulukan nama belakang atau nama keluarga (surname), diikuti oleh singkatan nama depan dan nama tengah penulis. Nama penulis diurutkan secara alfabetis dari A sampai Z dalam daftar pustaka.
Jika sebuah sumber ditulis oleh dua atau tiga orang, semua nama penulis harus dicantumkan dengan memisahkan nama menggunakan kata ‘dan’ atau simbol ampersand (&). Untuk sumber yang ditulis oleh lebih dari tiga orang, nama penulis pertama dicantumkan lalu diikuti oleh singkatan dkk. atau et al., tergantung pada panduan gaya selingkung dari masing-masing perguruan tinggi di Indonesia.
Apa Saja Komponen Utama dalam Format Daftar Pustaka Harvard?
Komponen utama dalam format daftar pustaka Harvard terdiri dari nama penulis, tahun terbit, judul referensi, kota penerbit, dan nama penerbit. Setiap komponen ini wajib disusun dengan urutan yang konsisten agar daftar pustaka mudah divalidasi oleh dosen pembimbing maupun penguji skripsi.
| Jenis Sumber | Komponen Wajib | Contoh Penulisan |
|---|---|---|
| Buku | Nama Penulis. (Tahun Terbit). Judul Buku. Kota Penerbit: Nama Penerbit. | Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. |
| Jurnal Cetak/Online | Nama Penulis. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman. | Prasetyo, B. (2021). Analisis data skripsi. Jurnal Ekonomi, 4(2), hlm. 45-50. |
| Website Resmi | Nama Penulis/Lembaga. (Tahun). Judul Halaman. Tersedia di: URL [Diakses Tanggal]. | Kemenristekdikti. (2022). Panduan Skripsi. Tersedia di: kemdikbud.go.id [Diakses 10 Jan 2024]. |
Bagaimana Cara Menulis Sumber dari Buku dalam Gaya Harvard?
Cara menulis sumber dari buku dalam gaya Harvard diawali dengan nama belakang penulis, inisial nama depan, tahun terbit dalam kurung, judul buku ditulis miring, kota penerbit, diikuti titik dua, dan nama penerbit. Judul buku wajib menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata utamanya kecuali kata hubung.
Sebagai contoh konkret untuk buku dengan satu penulis: Arikunto, S. (2021). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Jika buku tersebut merupakan edisi kedua atau edisi revisi, nomor edisi dicantumkan di antara judul buku dan kota penerbit dalam tanda kurung, misalnya (Ed. ke-2).
Bagaimana Cara Menulis Sumber dari Jurnal Ilmiah?
Cara menulis sumber dari jurnal ilmiah dalam format Harvard diawali dengan nama penulis, tahun publikasi, judul artikel dalam huruf tegak, nama jurnal dengan cetak miring, nomor volume jurnal, nomor terbitan dalam kurung, serta rentang halaman artikel tersebut. Format ini sangat penting untuk memudahkan pelacakan artikel oleh pembaca.
Contoh penulisan jurnal ilmiah adalah sebagai berikut: Santoso, H. dan Wijaya, A. (2023). Pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan investasi. Jurnal Manajemen Bisnis, 12(1), hlm. 15-28. Pastikan untuk mencantumkan DOI (Digital Object Identifier) di bagian akhir jika jurnal tersebut diakses secara online dari internet.
Bagaimana Cara Mengatur Indentasi dan Spasi Daftar Pustaka Harvard?
Cara mengatur indentasi dan spasi daftar pustaka Harvard adalah menggunakan spasi 1,5 atau 2 antar baris referensi, dengan menerapkan format hanging indent (gantung) pada baris kedua dan seterusnya untuk setiap sumber bacaan. Format gantung berarti baris pertama menjorok ke kiri, sedangkan baris kedua dan berikutnya menjorok ke dalam sekitar 0,5 inci atau 1,27 cm.
Pengurutan daftar pustaka wajib dilakukan secara alfabetis berdasarkan huruf pertama dari nama belakang penulis. Jika seorang penulis memiliki lebih dari satu karya tulis yang diterbitkan pada tahun yang sama, tambahkan huruf kecil a, b, c, dan seterusnya di belakang tahun terbit, contohnya (2020a) dan (2020b).
Pertanyaan Umum
Jika sumber tidak memiliki nama penulis yang jelas, cantumkan nama instansi atau lembaga yang menerbitkan dokumen tersebut, atau gunakan judul dokumen sebagai pengganti posisi penulis diikuti tahun terbit.
Ya, format Harvard menggunakan singkatan et al. atau dkk. pada daftar pustaka jika jumlah penulis asli suatu dokumen melebihi batas ketentuan spesifik lembaga, biasanya lebih dari tiga atau enam penulis tergantung panduan institusi.
Perbedaan utama terletak pada penulisan tanda baca, penggunaan kata ‘dan’ atau ampersand (&) pada beberapa versi, serta penempatan tahun terbit dan detail halaman yang memiliki variasi aturan penulisan spesifik.
Menyusun daftar pustaka secara manual seringkali memakan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan penempatan titik, koma, maupun huruf miring. Mahasiswa yang mengalami kendala teknis dalam penyusunan referensi akademik dapat memanfaatkan layanan profesional seperti jasa daftar pustaka skripsi untuk memastikan seluruh rujukan terformat secara akurat sesuai standar perguruan tinggi.