Cara Submit Jurnal Ilmiah yang Benar untuk Mahasiswa

Cara submit jurnal yang benar dimulai dengan memastikan naskah skripsi telah diringkas sesuai pedoman gaya selingkung jurnal tujuan, memiliki akun OJS aktif, menyiapkan surat pengantar atau cover letter, serta mengunggah dokumen manuskrip dan lembar pernyataan orisinalitas secara terpisah melalui sistem pengiriman online jurnal tersebut.

Apa saja tahapan cara submit jurnal ilmiah yang benar?

Tahapan cara submit jurnal ilmiah yang benar meliputi persiapan dokumen naskah, registrasi akun OJS, pengisian metadata artikel secara lengkap, pengunggahan berkas pendukung, hingga pemantauan status peninjauan berkala.

Bagi mahasiswa tingkat akhir, publikasi artikel ilmiah sering kali menjadi syarat kelulusan sidang skripsi atau yudisium. Agar naskah Anda tidak langsung ditolak pada tahap awal oleh dewan editor atau desk rejection, proses pengiriman harus dilakukan secara teliti. Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara submit jurnal yang benar dan sistematis.

1. Persiapan Naskah Sesuai Template Jurnal

Sebelum melakukan pengiriman, Anda wajib mengunduh templat atau template dokumen dari situs web jurnal sasaran. Setiap jurnal memiliki aturan format penulisan yang ketat, mulai dari jenis huruf, ukuran spasi, margin, hingga tata cara penulisan daftar pustaka menggunakan gaya tertentu seperti APA Style atau IEEE. Mengabaikan panduan templat ini adalah alasan nomor satu mengapa banyak naskah gagal menembus tahap peninjauan awal.

2. Pembuatan Akun di Open Journal Systems

Sebagian besar pengelola jurnal ilmiah di Indonesia maupun internasional menggunakan platform berbasis web yang disebut Open Journal Systems atau OJS, yaitu perangkat lunak sumber terbuka untuk pengelolaan manajemen penerbitan jurnal ilmiah. Anda harus mendaftarkan diri sebagai penulis atau author dengan mengisi data diri lengkap, alamat email aktif, afiliasi institusi, serta ORCID iD jika diperlukan untuk identifikasi akademisi.

3. Pengisian Metadata Artikel secara Akurat

Saat mengunggah naskah, sistem OJS akan meminta Anda mengisi metadata artikel secara terperinci. Metadata adalah informasi terstruktur yang mendeskripsikan isi dokumen, termasuk judul lengkap dalam bahasa Indonesia dan Inggris, abstrak ringkas, daftar kata kunci, serta nama lengkap seluruh penulis beserta afiliasinya. Pastikan data yang Anda ketik di dalam sistem sama persis dengan yang ada di dalam dokumen naskah utama.

4. Unggah Berkas Utama dan Dokumen Tambahan

Proses pengunggahan biasanya dibagi menjadi beberapa langkah atau tahapan submission. Anda harus mengunggah naskah utama dalam format dokumen sunting seperti DOC atau DOCX yang sudah dibersihkan dari nama penulis untuk keperluan proses penelaahan sejawat buta ganda atau double-blind peer review. Selain itu, siapkan dokumen tambahan seperti lembar pernyataan keaslian karya dan surat pengantar kepada pemimpin redaksi.

Dokumen Apa Saja yang Wajib Disiapkan Sebelum Submit?

Dokumen wajib sebelum submit mencakup naskah artikel tanpa identitas penulis, lembar pengesahan pembimbing, surat pernyataan bebas plagiasi, serta tabel atau gambar terpisah beresolusi tinggi.

Nama Dokumen Format Berkas Keterangan Penting
Naskah Utama (Blind Manuscript) .doc / .docx Tanpa nama penulis dan asal universitas untuk keperluan ulasan anonim.
Surat Pernyataan (Cover Letter) .pdf Menjelaskan kebaruan penelitian dan pernyataan bahwa naskah belum pernah dipublikasikan.
Hasil Uji Plagiasi .pdf Lampiran laporan pengecekan kemiripan teks, biasanya mensyaratkan di bawah 20 persen.
File Pendukung (Supplementary) .jpg / .xls Data mentah, kuesioner penelitian, atau gambar beresolusi tinggi jika diperlukan.

Bagaimana cara memantau status naskah setelah dikirim?

Status naskah dipantau melalui dasbor akun OJS penulis, di mana Anda dapat melihat perubahan tahapan mulai dari submission, review, copying, hingga production.

Setelah menekan tombol kirim atau finish submission, naskah Anda akan masuk ke meja editor. Pada tahap ini, editor bagian akan memeriksa kesesuaian topik dengan fokus dan ruang lingkup jurnal. Jika lolos, naskah akan diteruskan ke mitra bestari atau reviewer ahli untuk dinilai substansi ilmiahnya. Anda perlu rajin mengecek email atau dasbor akun OJS secara berkala karena revisi sering kali diberikan dengan batas waktu pengerjaan yang ketat, biasanya antara dua minggu sampai satu bulan.

Menghadapi proses peninjauan dan revisi dari reviewer terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan waktu. Jika Anda membutuhkan bantuan profesional dalam penyempurnaan format, perbaikan tata bahasa, dan penyesuaian gaya selingkung, Anda dapat memanfaatkan layanan jasa editing jurnal untuk memperbesar peluang naskah diterima.

Pertanyaan Umum

Berapa lama proses review jurnal ilmiah sampai diterbitkan?

Proses peninjauan hingga penerbitan jurnal ilmiah bervariasi antara satu bulan hingga lebih dari enam bulan, tergantung pada kebijakan internal dan antrean penerbitan masing-masing pengelola jurnal.

Apakah mahasiswa S1 boleh mengirimkan jurnal sendiri?

Mahasiswa S1 sangat diperbolehkan mengirimkan jurnal mandiri, dan sering kali hal tersebut menjadi prasyarat wajib kelulusan dari program studi di perguruan tinggi Indonesia.

Apa arti status desk rejection pada pengiriman jurnal?

Desk rejection adalah penolakan naskah secara langsung oleh editor tanpa melalui proses penelaahan reviewer karena artikel tidak sesuai templat, topik di luar fokus jurnal, atau tingkat kemiripan plagiasi terlalu tinggi.

Butuh bantuan langsung untuk kasus Anda? Lihat jasa format jurnal →